SEBUAH PENGAKUAN
Pengantar : Akhir
tahun 2011 saya mendapat telpon seorang wanita sambil menangis, saya
mendengarkan apa yang dikeluhkan, sebuah endapan perasaan yang dalam dari
kehancuran harapan hidup karena di vonis umur nya ga lama karena positif HIV,
juga hancurnya hatinya suami nya meninggal karena diduga keracunan obat ARV ...
Seminggu atau sebulan kemudian (lupa), beliau nya menilpon lagi, juga sambil
menangis, menangis nya beda, kalau pertama menelpon dulu menangis sedih,
sekarang eh waktu itu, menangis gembira "kalau ga ada pak joko, bagaimana
nasib saya" katanya ...
berikut ini tulisannya langsung kepada saya yang saya barusan baca, semoga
menjadi pencerahan bagi saudara2 kita yang sedang kurang beruntung di SUSPECT
HIV kan , semoga bermanfaat, silahkan :
Dbln nopember 2011 merupakan bulan yg sangat menghancurkan hidupku IRA (nama
samaran) setelah dokter ambil darah suami sy RIO (nama samaran) dan dtes HIV
diLab.tanpa sepengetahuan semua anggota keluarga termasuk saya sbg isterinya
setelah tes lab keluar baru saya dikasih tahu klo suami saya +hiv dan
menganjurkan saya juga tes, waktu itu sy ikuti semua perintah dokter termasuk
tes darah di Lab.
Dan hasilnya juga +, waktu itu dipikiran sy seperti tidak ada harapan hidup
panjang termasuk memiliki keluarga yang bahagia apalagi Pak Mantri bilang kalau
tidak minum ARV hidupnya tidak sampai 5th dan seketika itu jg marah sama suami
kenapa sampai terjadi seperti ini, suami hanya bilang maaf, maaf dan maaf waktu
itu sy sebagai istrinya hanya menangis tapi bagaimanapun sy jg manusia yg
tentunya pasti memaafkan suami sy dan harus terima apa adanya,
sebenarnya dokternya baik tp Mantri+bidan n perawat yang kurang baik seoalah2
orang +HIV itu menjijikkan faktor ini salah satunya yg membuat sy beralih ke
obat herbal.
Cerita soal suami wktu itu yg diderita suami waktu itu berdasarkan USG cuma
seperti sariawan di usus dan hanya satu titik kecil di usus perutnya sewaktu di
Rumah sakit suami diberi obat dengan dosis tinggi saya sebagai istri pasien
hanya pasrah yang penting bisa sembuh dari yang dideritanya, bodohnya saya
sewaktu itu kenapa hanya nurut sama dokter dan anak buahnya yang selalu memberi
obat dengan dosis tinggi, setelah pulang dari Rumah sakit sy dan suami rutin
minum ARV+obat lainnya lupa namanya dengan dosis 1 x 1, ARV sich gratis tp obat
lainnya harus nebus di apotek,
sekitar 10hr minum ARV suami sy semakin kurus dan tidak mau makan apapun karena
mual dan muntah terus menerus jadi secara otomatis tidak ada yang dikonsumsi
sama suami karena tiap selesai makan langsung muntah. Suami sy konsumsi ARV
sekitar 10 hari dan berat badan dari 65 turun drastis menjadi 40 sehingga
tinggal tulang dan kulit akhirnya setelah 10hr minum ARV suami dirawat lagi
dirumah sakit selama 7 hari dan disaat itu sy sendiri yang biasanya makan tidak
ada masalah dg pencernaan tdk mau makan dikarenakan sy mual terus bahkan
jantung sy berdetak kencang wktu itu sy cuma berfikir apa obatnya keras smpai
jantung sy seperti ini dan kalau malam tdk pernah tidur nyenyak selalu dihantui
perasaan gelisah sedih pokoknya campur2,
untungnya sy cuma 15hari minum ARV setelah sy browsing2 n ketemu dengan
artikelnya Pak Andreas Hermawan atau yg disebut Dt.Awan wktu itu sy langsung
putuskan dengan membaca Basmallah sy meninggalkan ARV karena berat badan sy
sblm minum ARV 40kg stlh minum slm 15 hr turun 1kg,
sy juga memberi tahu suami jangan minum ARV tapi apa daya suami meskipun tdk
minum tapi sakitnya sudah menjalar bahkan sampai ke Livernya mungkin
dikarenakan efek minum ARV itu, badannya tidak kuat karena dosisnya tinggi
akhirnya suami sy meninggal dibulan berikutnya ditahun yg sama tepat sebulan
setelah divonis HIV sebelum suami sy meninggal sy dan suami pernah mencoba
Taitian Noni Juice habis sekitar 2botol dan 1 botol setelah suami meninggal, sy
beli dikasih harga member padahal sy belum menjadi member mungkin orangnya
kasihan n orangnya sebenarnya byk membantu org +HIV dan sembuh dari HIV dan ada
produk lg namanya lupa.
Mungkin karena harganya mahal sy tidak mampu beli Noni, setelah ditinggal suami
meninggal saya sendiri harus mikir bagaimana kelanjutan hidup sy untungnya
orang tua yg selalu mensupport ,menemani sy sehingga kalau sy tidak pernah
sendirian, sy waktu itu cm keputihan tp keputihannya g wajar dan sy juga perna
periksa sebab keputihan sy dan hasil lab disebabkan Bakteri Vaginalis dan dberi
obat tapi kalau tidak minum pasti keputihan jadi seperti ketagihan obat tapi
ini dulu sebelum sy tes darah di Lab.dan 3 bulan sebelum suami masuk rumah
sakit , dan setelah 40 hari kematian suami saya , sy akhirnya sms Dt.Awan dan
dkasih solusi di Olesi VCO dan diminum dan sy hunting di Apotek tp trnyata VCO
di apotek tidak enak rasanya tiap minum pstia pengen muntah,
akhirnya sy minta tolong bantuan lagi sama Dt.Awan n dikasih No.HP Pak Djoko
Hardoyo yg punya VCO Laura, saat itu sy langsung pesen 10btl kecil n cerita
sambil menangis ke Pak Djoko gimana tidak perkataan Pak Mantri selalu bilang
kalau tidak minum ARV hidup paling lama sekitar 5-6th dan tubuh semakin kurus
dikarenakan sakit-sakitan, singkat cerita setelah berbulan2 sy rutin konsumsi
VCO n rutin Olesi akhirnya berkurang jg dari yg keluar byk tggal sedikit dan
tidak berbau,
alhamdulillah sy telah melewati semua,oh ya berat badan sy sekarang stand by
diangka 45kg ada kenaikan dari 39kg , tidak hanya VCO sy juga konsumsi Bee
Propolis dari High Dessert dan minum Kefir buatan sendiri, trnyata hidup ini
indah dan sekarang tujuan sy pengen hidup lebih berarti dan lebih membahagiakan
kedua Orang Tua, terima kasih juga buat Dt.Awan yg sudah memberi penjelasan
baik lewat telp,sms ataupun E-Booknya dan juga sudah menjadi dokter yang baik
dan membantu, Matur nuwun Juga buat Pak Djoko yg sdh membantu sy memberi
penjelasan,support, Matur nuwun dan love buat Orang tua yg selalu mendampingi
sy disaat sy terpuruk dan tentunya sy sangat bersyukur sm Allah SWT yg membantu
sy lwt orang2 tersebut diatas, thx Alot of
Love
IRA
Surabaya
BAYI KELAINAN JANTUNG SEMBUH DENGAN SUPER VCO KAMI
Diantara sekian banyak testimoni di link saya,
yang paling mengharukan dan menyemangati saya dan suami dalam memberdayakan VCO
adalah : fakta bahwa seorang bayi..... yang 6 bulan setelah lahirnya dinyatakan
positif kelainan jantung oleh dokter. Setiap kali menangis badannya membiru....
kami sangat ketakutan apabila dia menangis. karena membaca sedikit tentang VCO
bisa menyehatkan jantung kami dengan penuh cinta menyuapi VCO 1 sdt dan madu
1/2 sdt tiap pagi dan sore. ALHAMDULILLAH, 3 bulan setelahnya dia telah sehat
dan setelah di chek ke 3 dokter spesialis jantung, kami sungguh-sungguh
bersujud syukur, VCO membuat bayi cantik itu sehat dan sungguh kebal terhadap
penyakit. Mau pilek, mau batuk ya wess lah, dia ga loyo loyo amat. Amat lincah
dan suka bergaya dan cerdas. Bayi itu kini sudah berumur 2 setengah tahun,
namanya ALISYA BILQIS SYAQIILA..... dia cucu tercinta kami ...
Pengalaman
pribadi : Kolesterol tinggi yang menghantui saya, sembuh dengan SUPER VCO KAMI
Data tentang kolesterol saya :
- tahun 1993 : 230 mg / dl darah test di laboratorium RS Medistra Jakarga
- tahun 2000 : mencapai 400
Apa yang dirasakan? Badan oleng limbung, kaki dan tangan kesemutan, bisa jatuh
tersandung di jalan yang datar. Jantung pun terasa sering senut-senut.
Kalau makan, makan nasi dan lauk pauk, serasa menjadi kan badan tidak sehat.
Enakan tidak makan, badan terasa lebih enteng. Maka, kalau ada acara
makan-makan yang di pilih adalah buah-buahan saja. Karena badan enakan makan
ini dari pada makan yang enak-enak.
Obat yang biasa diminum, namanya LIPITOR 20 mg sehari bisa 2 kali. Juga
menyiapkan minyak ikan salmon, cuka apel Tahesta atau Apple cidar vinegar, juga
minyak garlic, sebagai pelengkan minum lipitor tersebut. Dan selalu stand by
siap dalam kantong atau tas kecil, sewaktu-waktu pergi tiba2 harus keluar kota,
yang lain boleh ketinggalan, tapi yang ini wajib dibawa. Ini nyawa, yang dapat
mencegah terjadinya kemungkinan STROKE.
Saya mengantisipasi kemungkinan datangnya serangan jantung dan semacamnya,
karena menyadari kolesterol nya tinggi sekali.
Itu sebelum tahun 2004, sebelum mengenal VCO.
Waktu itu, takut juga atas stigma VCO minyak jahat kolesterol, setengah hati
untuk minum VCO ini, maklum belum pernah ada orang Indonesia minum VCO untuk
menyembuhkan kolesterol. Karena terdesak kebutuhan, diberanikan untuk minum,
walau bolong-bolong tidak rutin. Ternyata semakin hari, keluhan kolesterol saya
semakin berkurang, yang dulunya saya selalu minum 20 mg lipitor 1x atau 2x
sehari, lama-kelamaan bisa saya tinggalkan. Bahkan yang namanya makan daging
kambing, makanan yang paling saya takuti, sekarang tidak lagi. Oleng dan
kesemutan sudah lama tidak saya derita lagi sejak 2005.
Salam
Djoko H.